Minggu, 24 Agustus 2014

Kisah kehidupan si tikus kecil.

Sekali orang terjebak dalam proses seumur hidup menjadi karyawan, maka mereka menjadi seperti seekor tikus kecil yang berlari lari dalam lingkaran sangkar bulatnya yang kecil. Kaki kaki kecil mereka yang berbulu berlari kencang mati matian, sangkarnya pun berputar kencang sehingga si tikus kecil kelelahan dan tertidur. Tetapi ketika esok tiba, mereka masih tetap berada dalam sangkar yang sama dan terus berpacu dalam sangkarnya lagi. Pekerjaan Yang Hebat. Apakah kehidupan anda saat ini seperti seekor tikus kecil dan sangkar bulatnya? Apakah anda ingin seperti itu selamanya, atau anda ingin hidup lebih baik dan keluar dari Sangkar Rutinitas Kehidupan?

Teman teman, banyak sekali orang yang bangun untuk mulai bekerja pada saat matahari belum terbit, dan pulang kerumah dimana matahari sudah terbenam. Dengan bekerja seperti itupun mereka masih juga belum cukup untuk membahagiakan dirinya.

Pada saat mereka sudah berkeluarga, beban menjadi semakin berat, dan waktu untuk bertemu
anak anak mereka hampir tidak ada sama sekali. Apa yang mereka berikan untuk anak anak mereka hanyalah sisa sisa waktu, tenaga, dan sisa sisa kebahagiaan. Bagaimana anak anak mereka bisa hidup berbahagia kalau hanya diberi sisa saja?

www.BisnisBesar.com/?id=webmaster


lihat halaman sebelumnya ---------- lanjut ke halaman berikutnya

Jumat, 04 Januari 2013

PENSIUN MUDA (sebuah pemikiran berani)

--------------------------------------------------------------------------

Teman teman sekalian,... Tahu-kah anda?!

Lebih dari 90% orang hidup pas-pasan karena tidak melek financial.
Kerja Double ternyata tidak banyak membantu, karena pengeluaran mengejar pendapatan.

“KAYA” artinya punya banyak uang dan waktu, bukan banyak uang tanpa waktu.

“Menjadi Kaya” (punya banyak uang dan waktu), tidak diajarkan di sekolah, karena guru pun pas-pasan.

“Bebas Financial/Bebas Waktu” artinya anda bisa tidak bekerja minimal selama setahun atau lebih tanpa takut tidak dapat income. Dan ketika anda kembali, pendapatan anda justru bertambah. Inilah yang dimaksud dengan “Kekayaan Sejati”.

--------------------------------------------------------------------------

Mari kita renungkan beberapa hal berikut ini :


- Seorang pegawai ataupun karyawan dibayar lebih sedikit dari pada kontribusi yang diberikannya. Kenaikan gaji selalu dibawah inflasi nasional. Ada batas atas pendapatan. Tidak bebas. Bahkan banyak yang termasuk anggota P9 (pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan potong pinjaman)

- Kenaikan gaji selalu dibawah inflasi nasional. Bensin naik, telpon, listrik, air, biaya sewa rumah, uang sekolah naik setiap tahun. Belum lagi semua kebutuhan pokok lain yang juga akan naik sebagai akibat dari efek domino ini. Apakah kenaikan gaji karyawan bisa mengikuti kenaikan ini?

- Buka Toko juga tidak gampang, perlu modal besar, belum tentu laris (banyak resiko). Rata rata pengusaha bankrupt 2 kali sebelum berhasil. Apakah anda siap dengan resiko ini?

- Pekerjaan anda saat ini mungkin terlihat aman, tapi coba pikir sekali lagi, apakah benar benar aman? Bila suatu saat anda kena musibah, katakanlah anda tidak bisa bekerja selama 2 bulan, apakah masih tetap dapat penghasilan? Apakah anda yakin bisa terhindar dari resiko PHK seperti yang banyak terjadi belakangan ini?

- Dan banyak lagi hal hal yang perlu kita waspadai.
Pastikan anda membaca tulisan ini hingga selesai. Disini akan dibongkar sebuah potensi luar biasa tentang bagaimana bagaimana membangun asset dan pensiun di usia muda. Pola pikir anda akan berubah setelah ini.


--------------------------------------------------------------------------



Berdasarkan pada sebuah data survey yang sangat mengejutkan dari harvard university terhadap kondisi ekonomi orang orang pada usia 65 tahun. Hasil survey menunjukkan :

- 54% hidup miskin.
- 36% meninggal dunia.
- 5% masih bekerja.
- 4% membiayai hidup sendiri.
- ... dan hanya 1% dari orang orang berusia 65 tahun yang hidup kaya.

Pertanyaannya adalah, “dimana posisi anda pada saat anda berusia 65 tahun nanti?!”

www.BisnisBesar.com/?id=webmaster


lanjutkan membaca,... klik disini

Kamis, 03 Januari 2013

Mari kita pahami MLM dengan benar.

Pepatah bilang, "tak kenal maka tak sayang". Inilah mungkin kata yang paling tepat untuk menjelaskan kenapa banyak orang berpandangan miring terhadap bisnis MLM (Multi Level Marketing). Umumnya, begitu ditawarkan peluang bisnis ini, orang akan langsung menjauh tanpa melihat terlebih dahulu peluang yang ditawarkan. Padahal kalau kita memahami sistemnya dengan benar, tidak ada yang harus ditakutkan.
MLM itu sebenarnya merupakan salah satu cara/system pemasaran untuk menjual barang/produk/jasa secara langsung (direct selling) kepada konsumen dengan cara tatap muka di luar lokasi eceran tetap, yang mana pekerjaan ini dilakukan oleh jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh Mitra Usaha dan bekerja berdasarkan komisi penjualan, bonus penjualan dan iuran keanggotaan yang wajar. 

Dalam menjalankan Direct Selling ini, umumnya sebuah perusahaan menggunakan 2 (dua) cara, yaitu :

1. Single Level Marketing (Pemasaran Satu Tingkat), yang maksudnya adalah :

Metode pemasaran barang/jasa melalui program pemasaran berbentuk satu tingkat, dimana Mitra Usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri. Di masyarakat, ini sering disebut juga sebagai "reseller".

2. Multi Level Marketing (Pemasaran Multi Tingkat), yang maksudnya adalah :

Metode pemasaran barang/jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk lebih dari satu tingkat, dimana mitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang/jasa yang dilakukannya sendiri dan anggota jaringan di dalam kelompoknya.

Kalo kita lihat dari pengertiannya ini saja, tidak ada yang harus ditakutkan dari sistem pemasaran Multi Level. Namun tetap saja kita harus berhati-hati dalam memilih perusahaan penjualan langsung. Beberapa hal di bawah ini harus diperhatikan saat kita memilih perusahaan penjualan langsung :
  • Mitra usaha hanya boleh membeli keanggotaan dari perusahaan satu kali saja.
  • Perusahaan tidak boleh memberikan keuntungan kepada Mitra Usaha hanya atas hasil rekrut anggota baru.
  • Di perusahaan, harus ada barang atau jasa yang diperdagangkan dan dipergunakan oleh konsumen.
  • Barang tidak dipergunakan sekedar sebagai kedok, yang akan terlihat bila barangnya dijual dengan harga yang tidak wajar.
  • Keuntungan atau laba yang diperoleh anggota adalah terutama berdasarkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen, bukan dari rekruting anggota baru.
  • Ada pelatihan tentang pengetahuan produk dan cara menjual kepada mitra usaha.
  • Ada buy back guarantee (jaminan beli kembali setelah diperhitungkan semua biaya-biaya terkait) dari perusahaan atas produk atau inventory yang masih layak jual milik anggota bila anggota mengundurkan diri dari perusahaan. 
Jadi sebenarnya kita tidak perlu takut jika ditawarkan bisnis direct selling (MLM). Dengan bisnis direct selling, modal yang dikeluarkan tidak akan sebesar memiliki toko sendiri, karena biasanya kita tidak akan diminta untuk menjadi tempat penimbunan barang, melainkan kita menjual melalui brosur/katalog yang bisa kita bawa kemana saja.

www.BisnisBesar.com/?id=webmaster